Usep (48), warga Kampung Pasir Janggot RT 3 RW 14 Desa Cibitung, Kecamatan Rongga tewas setelah tertimbun tanah longsor pada Kamis (19/12/2013) dinihari. Longsor tersebut membuat rumah Usep hancur dan tiga rumah warga lainnya rusak berat.

Cilok Bengawan, Tawarkan Berbagai Rasa Cilok
Cilok Bengawan Mendengar nama Cilok, bagi sebagian orang pasti sudah tak asing lagi di telinga...

Kopi Aroma di Banceuy
Aroma kopi yang begitu nikmat sungguh terasa saat baru menjajaki pintu masuk toko Kopi Arom...

Bubur Lobster, Unik dan Menggugah Selera
Bukan hanya ayam yang menjadi pelengkap untuk semangkuk bubur. Kini udang besar atau biasa ...

Ngopi di Koffietijd Cafe
Bicara kuliner di Bandung memang tidak ada habisnya, mulai dari tempat makan berkelas hingg...

Mochi Es Krim "Mochilok"
SENSASI dingin dengan kelezatan es krim dan rasa kenyal nikmat, menjadi ciri khas makanan ...
Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Longsor Terjang Kecamatan Rongga KBB, Satu Orang Tewas
Written By Cimahi City on 2013/12/21 | 15.00
Usep (48), warga Kampung Pasir Janggot RT 3 RW 14 Desa Cibitung, Kecamatan Rongga tewas setelah tertimbun tanah longsor pada Kamis (19/12/2013) dinihari. Longsor tersebut membuat rumah Usep hancur dan tiga rumah warga lainnya rusak berat.
Menurut Rustandi Engkon (35), seorang warga, longsor terjadi pada
pukul 01.00 dinihari. "Ada getaran tanah terasa serta bunyi pepohonan
yang terdengar patah. Tiba-tiba tanah bergerak," ujarnya saat ditemui
"PRLM" di lokasi kejadian, Kamis (19/12/2013).
Saat keluar dari rumahnya, Rustandi melihat rumah Usep telah
tertimbun tanah dan material bangunan. "Yang punya rumah berteriak
sehingga warga langsung melakukan pertolongan dengan menggali dan
menyingkirkan tanah," ucapnya.
Namun nahas, nyawa Usep tak tertolong setelah berhasil dievakuasi
warga dari timbunan tanah dan puing-puing rumahnya yang runtuh.
"Sedangkan isteri Usep, Elom (40) serta sang anak Neneng (20) menderita luka ringan," kata Rustandi.
Sementara itu, beberapa warga lain yang tinggal ditiga rumah yang
turut diterjang longsor dalam kondisi selamat. Rustandi mengaku tak
melihat tanda akan terjadinya musibah sebelum kejadian.
"Sebelumnya tak ada retakan tanah. Hanya hujan lebat yang terus mengguyur kampung," ucapnya.
Berdasarkan pantauan "PRLM", lokasi rumah korban longsor berada di
tebing bukit. Tak pelak, pergerakan tanah pada tebing berdampak
kerusakan dan kehancuran rumah warga disekitarnya.
Puing rumah yang hancur dan rusak terlihat dikumpulkan oleh warga
dibantu anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, TNI,
Polri.
Satu Bekchoe atau alat berat juga mengeruk timbunan tanah yang
menutup jalan. Selain korban jiwa, longsor sempat memutus akses jalan
Cipongkor menuju Gunung Halu serta Rongga. Begitu pun dari arah
sebaiknya.
Setelah dilakukan pengerukan, pada pukul 13.30 WIB, jalan kembali
bisa dilalui warga. Tak hanya Kampung Janggot, sejumlah tempat lain di
wilayah Desa Cibitung juga mengalami longsor seperti Cisarua, Cibaros,
Sukamanah, Citali, Batununggul, Pasir Dadali. Setelah dilakukan
pengerukan, pada pukul 13.30 WIB, jalan kembali bisa dilalui warga.
(A-201/A-89)***
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/263014
2.000 Pekerja di Kab. Bandung Barat Terancam PHK
Sebanyak 1.500 hingga 2.000 pekerja di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah penetapan upah minimum kabupaten (UMK 2014). Yang paling terancam adalah pekerja dari industri padat karya.
Paling tidak, ancaman PHK tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) KBB, Joni Tjakralaksana, Minggu (15/12) lalu. "Kami sudah mendapatkan informasi itu. Informasi tersebut hanya berasal dari perusahaan yang menjadi anggota Apindo. Kalau di luar Apindo, saya tidak tahu. Mungkin bisa lebih besar lagi jumlahnya," katanya di Ngamprah.
Joni mengatakan, perusahaan-perusahaan padat karya cenderung menambahkan permesinan untuk mengakali peningkatan UMK. Sebab, katanya, penggunaan mesin lebih ekonomis karena mengurangi anggaran gaji.
Sumber: http://klik-galamedia.com
Warga Cimahi Mengeluh Kelangkaan Gas 3 kg
![]() |
Sejumlah warga di Kota Cimahi mengeluh, karena sejumlah pangkalan gas mengalami kelangkaan elpiji 3 kg. Diperkirakan, kelangkaan tersebut disebabkan rayonisasi oleh Pertamina yang sudah diberlakukan sejak bulan Desember ini.Pernyataan tersebut disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Cimahi, Supiyardi. Dirinya mendapatkan laporan dari warga dan pengelola pangkalan gas. Menurutnya, rayonisasi tersebut malah dapat mengganggu pasokan gas untuk warga, padahal dalam waktu dekat kebutuhan elpiji diprediksi akan meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Sudah hampir satu bulan terakhir gas tabung 3 kg langka di Cimahi. Sudah pasti yang akan dirugikan adalah masyarakat kecil yang sudah terbiasa menggunakan gas ukuran 3 kg," kata Supiyardi saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung DPRD Kota Cimahi, Jln. Djulaeha Karmita, Kamis (19/12).
Lebih jauh ia menjelaskan, saat ini yang mengalami kelangkaan elpiji 3 kg ada lima wilayah. Yakni Melong, Leuwigajah, Cibeureum, Utama, dan Cibeber. Meski harga elpiji ukuran 3 kg dari agen dipatok Rp 12.750 per tabung, tetapi warga cukup kesulitan mendapatkannya.
Ia menegaskan, seharusnya rayonisasi belum saatnya diberlakukan oleh Pertamina karena akan mengakibatkan kelangkaan seperti yang terjadi saat ini. Untuk itu, pihaknya akan bertemu dengan beberapa instansi terkait, termasuk Pemerintah Kota Cimahi untuk menyelesaikan permasalahan ini. "Kami juga mengimbau kepada agen untuk tidak memanfaatkan situasi sulit ini dengan menimbun pasokan elpiji 3 kg, karena akan semakin menyulitkan masyarakat yang membutuhkannya," ujarnya.
Meningkat
Sementara itu, seorang warga Melong, Tuti Sumiati (38) mengaku cukup kesulitan untuk mendapatkan gas ukuran 3 kg. Kalaupun ada, dirinya harus mengantre cukup lama.
Ia juga menambahkan, di tingkat pedagang harga elpiji tabung 3 kg berada di kisaran Rp 15.000 per tabung. Ia berharap instansi terkait segera mengatasi hal ini, mengingat kebutuhan akan elpiji bisa meningkat menjelang akhir tahun ini.
"Pemerintah saya harapkan segera mengatasinya, agar kelangkaan elpiji tidak terus terjadi. Saya juga mengharapkan elpiji ukuran 3 kg masih di bawah harga standar, karena sebagai ibu rumah tangga, uang yang saya miliki harus bisa dibagi dengan kebutuhan yang lainnya," tandasnya.
sumber: http://klik-galamedia.com
Atty Minta Ada Pemetaan Rawan Bencana di Cimahi
![]() |
Wali Kota Cimahi Atty Suharti meminta dinas terkait segera membuat pemetaan mengenai titik mana saja yang rawan terjadi bencana.
Hal itu dikatakan Atty seusai mengunjungi kediaman korban bocah yang hanyut pada Kamis (19/12/2013) malam. Diakuinya, curah hujan kemarin sangat tinggi sehingga menimbulkan bencana di wilayahnya, termasuk menyebabkan satu orang tewas akibat terbawa hanyut sungai.
"Kami ikut prihatin atas kejadian kamis kemarin akibat tingginya intensitas hujan sehingga menyebabkan satu orang tewas,"ujar Atty.
Atty mengimbau warga untuk berhati-hati mengingat intensitas hujan masih tinggi. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah menurunkan Satlak dan instansi terkait lainnya untuk memantau kondisi Kota Cimahi.
"Saya meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memetakan titik mana saja yang bisa menyebabkan bencana agar bisa diantisipasi sedini mungkin supaya tidak berdampak terhadap warga," jelasnya.
Dia menambahkan, Pemkot telah menganggarkan dana tak terduga yang totalnya mencapai Rp1,5 miliar yang bisa digunakan untuk memperbaiki segala infrastruktur yang rusak akibat bencana. Dana itu juga dapat digunakan untuk memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan.
"Kami masih melakukan pendataan untuk meningkatkan status waspada, tapi yang paling penting adalah bagaimana kesiapan warga dalam mengatasi bencana supaya tidak lagi menimbulkan korban jiwa," pungkasnya. [hus]
Hal itu dikatakan Atty seusai mengunjungi kediaman korban bocah yang hanyut pada Kamis (19/12/2013) malam. Diakuinya, curah hujan kemarin sangat tinggi sehingga menimbulkan bencana di wilayahnya, termasuk menyebabkan satu orang tewas akibat terbawa hanyut sungai.
"Kami ikut prihatin atas kejadian kamis kemarin akibat tingginya intensitas hujan sehingga menyebabkan satu orang tewas,"ujar Atty.
Atty mengimbau warga untuk berhati-hati mengingat intensitas hujan masih tinggi. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah menurunkan Satlak dan instansi terkait lainnya untuk memantau kondisi Kota Cimahi.
"Saya meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memetakan titik mana saja yang bisa menyebabkan bencana agar bisa diantisipasi sedini mungkin supaya tidak berdampak terhadap warga," jelasnya.
Dia menambahkan, Pemkot telah menganggarkan dana tak terduga yang totalnya mencapai Rp1,5 miliar yang bisa digunakan untuk memperbaiki segala infrastruktur yang rusak akibat bencana. Dana itu juga dapat digunakan untuk memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan.
"Kami masih melakukan pendataan untuk meningkatkan status waspada, tapi yang paling penting adalah bagaimana kesiapan warga dalam mengatasi bencana supaya tidak lagi menimbulkan korban jiwa," pungkasnya. [hus]
Sumber: http://www.inilahkoran.com
Ujug-ujug Meremas, Satpam Departement Store Dipolisikan SPG
Written By Cimahi City on 2013/12/20 | 20.00
![]() |
Seorang satpam berinisial IR (18) dilaporkan ke pihak berwajib,
karena dituduh telah melakukan tindakan tidak senonoh terhadap LHA (20),
seorang Sales Promotion Girl di sebuah Departement Store di kawasan
Antapani, Kota Bandung.
Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (8/12/2013), sekitar pukul
18.00, ketika korban selesai istirahat kerja dan ingin masuk ke
Departement Store tempat dirinya bekerja melalui pintu dekat ruang
Satpam.
"Waktu ada Bu Imas, security lainnya, saya masuk ke dalam dan
menanyakan supervisor buat absen. Tiba-tiba IR keluar dan melakukan
pelecehan, dengan meremas bokong saya," kata LHA saat diwawancarai di
Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (19/12/2013).
Setelah mendapatkan pelecehan seksual tersebut, justru IR langsung
pergi begitu saja. Karena merasa dilecehkan, korban pun melaporkan hal
ini kepada security lainnya yaitu Ibu Imas.
"Tapi Ibu Imas malah suruh saya laporan ke supervisor, seperti lepas tanggung jawab," katanya.
Setelah kejadian tersebut, LHA pulang dan melaporkan kejadian itu
kepada suaminya. Suami LHA pun berinisiatif menelepon temannya yang juga
seorang pengacara untuk membantunya.
Akhirnya mereka bertiga pun datang kembali ke departement store
tempat LHA bekerja di Jalan Purwakarta, Kecamatan Antapani, Kota
Bandung. Meski diadakan mediasi, pihak keamanan toko mempersialakn
melapor ke polisi.
Atas dasar itulah, secara resmi pihaknya pun langsung membuat laporan
ke Polrestabes Bandung sejak Senin (9/12/2013). dan Kamis dipanggil
kembali oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim
Polrestabes Bandung untuk diperiksa lagi. (A-211/A_88)***
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/263013
Cegah Tawuran, Siswa SMPN 1 Cimahi Disibukan Beragam Kegiatan
![]() |
Dalam upaya mencegah anak-anak remaja terbawa arus pergaulan yang
negatif hampir setiap sekolah menggelar kegiatan pentas seni setiap
tahun sekali. Selain itu, pentas seni juga menjadi wadah anak muda untuk
mengembangkan dan mengaktualisasikan minat dan bakatnya pada bidang
seni dan keterampilan lainnya.
Seperti yang terlihat di SMPN 1
Cimahi, Kamis (19/12) kemarin, hampir semua perwakilan kelasnya mulai
dari kelas 7 hingga 9 menyuguhkan segala bentuk kemampuannya. Mulai dari
kemampuan keterampilannya dalam memasak makaman dan keterampilan
lainnya yang ditampilkan di meja-meja dalam sebuah bazar, hingga
kemampuannya berkesenian seperti musik, modeling, dance, pantomim dan
teater yang ditampilkan pada sebuah panggung dengan sound system yang
cukup membuat suasana meriah.
Dalam penampilan seninya, tidak
hanya kesenian modern yang mereka tampilkan, seni tradisional pun mereka
bawakan. Sehingga acara pementasan seni itu pun terlihat sangat
beragam.
"Kami merasa senang dengan adanya acara pentas seni
seperti ini. Karena kami bisa unjuk kemampuan yang sesuai dengan bakat
dan kesukaan," ujar Rani salah seorang siswa yang menampilkan sebuah
tarian.
Even tahunan yang digelar sejak pagi hingga sore itu
dikatakan Kepala Sekolah SMPN 1, Dra LG Arisuweni MPd, sebagai wadah
untuk mengeskplor kemampuan siswa di luar akademis. Kegiatan itu digelar
sejak Senin (16/12) dan puncaknya Kamis (19/12).
"Jadi sejak
Senin itu anak-anak menggelar audisi macam-macam, mulai dari makanan
yang bakal bisa ditampilkan di acara bazar, hingga berbagai macam seni.
Setelah lolos audisi, mereka baru bisa tampil pada acara puncak. Dan
yang ikut audisi itu masing-masing perwakilan kelas ikut semua," kata
Arisuweni. (*)
Sumber: http://jabar.tribunnews.com
Pemkot Cimahi Raih Penghargaan Parahita Ekapraya (Kesetaraan Gender & Pemberdayaan Perempuan)
![]() |
Pemerintah Kota Cimahi menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat
Pratama Nasional. Penghargaan terhadap kesetaraan gender dan
pemberdayaan perempuan itu diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) pada puncak peringatan Hari Ibu 2013 di Gedung Sasana Kriya, Taman
Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (18/12).
Usai menerima penghargaan, Wali Kota Cimahi, Hj. Atty Suharti mengaku sangat bersyukur. "Anugerah Parahita Ekapraya ini diberikan karena kita dinilai mengusung pengarusutamaan gender," ujarnya.
Dikatakan Atty, selain pemberdayaan perempuan, penghargaan diberikan karena Pemkot Cimahi memiliki kebijakan terkait perlindungan anak dalam bentuk tekad menjadikan Cimahi sebagai Kota Layak Anak. "Di antaranya Cimahi sudah mendirikan rumah penitipan anak, khususnya bagi keluarga karyawan di lingkungan pemkot dan pembinaan terhadap anak-anak yatim dan telantar," tandasnya.
Dalam pemberdayaan perempuan, katanya, Pemkot Cimahi fokus dalam peningkatan ekonomi dan kesehatan. Salah satu contohnya, kata Atty, Pemkot Cimahi sudah memberdayakan ekonomi sekitar 17.000 perempuan. "Dalam bidang kesehatan, kita juga sangat memperhatikan kesehatan ibu dan anak melalui program posyandu," katanya.
Komitmen PUG
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Cimahi, Maria Fitriani menambahkan, Anugerah Parahita Ekapraya merupakan penghargaan yang diberikan kepada lembaga atau pemerintah daerah, yang dinilai telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan (PP), dan Perlindungan Anak (PA) di berbagai sektor pembangunan. Tiga kategorinya adalah utama, madya, dan pratama.
Penghargaan tersebut, katanya, baru pertama kali diterima Kota Cimahi. "Penilaian berlangsung selama setahun terakhir, terutama melihat kebijakan Cimahi yang mencamtumkan unsur gender," ujarnya.
Dikatakannya, program unggulan Kota Cimahi adalah Kota Layak Anak, penyediaan tempat penitipan anak, pemberdayaan perempuan serta pembinaan dan pelatihan perempuan kepala keluarga.
Usai menerima penghargaan, Wali Kota Cimahi, Hj. Atty Suharti mengaku sangat bersyukur. "Anugerah Parahita Ekapraya ini diberikan karena kita dinilai mengusung pengarusutamaan gender," ujarnya.
Dikatakan Atty, selain pemberdayaan perempuan, penghargaan diberikan karena Pemkot Cimahi memiliki kebijakan terkait perlindungan anak dalam bentuk tekad menjadikan Cimahi sebagai Kota Layak Anak. "Di antaranya Cimahi sudah mendirikan rumah penitipan anak, khususnya bagi keluarga karyawan di lingkungan pemkot dan pembinaan terhadap anak-anak yatim dan telantar," tandasnya.
Dalam pemberdayaan perempuan, katanya, Pemkot Cimahi fokus dalam peningkatan ekonomi dan kesehatan. Salah satu contohnya, kata Atty, Pemkot Cimahi sudah memberdayakan ekonomi sekitar 17.000 perempuan. "Dalam bidang kesehatan, kita juga sangat memperhatikan kesehatan ibu dan anak melalui program posyandu," katanya.
Komitmen PUG
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Cimahi, Maria Fitriani menambahkan, Anugerah Parahita Ekapraya merupakan penghargaan yang diberikan kepada lembaga atau pemerintah daerah, yang dinilai telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan (PP), dan Perlindungan Anak (PA) di berbagai sektor pembangunan. Tiga kategorinya adalah utama, madya, dan pratama.
Penghargaan tersebut, katanya, baru pertama kali diterima Kota Cimahi. "Penilaian berlangsung selama setahun terakhir, terutama melihat kebijakan Cimahi yang mencamtumkan unsur gender," ujarnya.
Dikatakannya, program unggulan Kota Cimahi adalah Kota Layak Anak, penyediaan tempat penitipan anak, pemberdayaan perempuan serta pembinaan dan pelatihan perempuan kepala keluarga.
Sumber: http://www.klik-galamedia.com