Info Cimahi: BERITA
Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Longsor Terjang Kecamatan Rongga KBB, Satu Orang Tewas

Written By Cimahi City on 2013/12/21 | 15.00


Usep (48), warga Kampung Pasir Janggot RT 3 RW 14 Desa Cibitung, Kecamatan Rongga tewas setelah tertimbun tanah longsor pada Kamis (19/12/2013) dinihari. Longsor tersebut membuat rumah Usep hancur dan tiga rumah warga lainnya rusak berat.

Menurut Rustandi Engkon (35), seorang warga, longsor terjadi pada pukul 01.00 dinihari. "Ada getaran tanah terasa serta bunyi pepohonan yang terdengar patah. Tiba-tiba tanah bergerak," ujarnya saat ditemui "PRLM" di lokasi kejadian, Kamis (19/12/2013). 

Saat keluar dari rumahnya, Rustandi melihat rumah Usep telah tertimbun tanah dan material bangunan. "Yang punya rumah berteriak sehingga warga langsung melakukan pertolongan dengan menggali dan menyingkirkan tanah," ucapnya.

Namun nahas, nyawa Usep tak tertolong setelah berhasil dievakuasi warga dari timbunan tanah dan puing-puing rumahnya yang runtuh.

"Sedangkan isteri Usep, Elom (40) serta sang anak Neneng (20) menderita luka ringan," kata Rustandi.
Sementara itu, beberapa warga lain yang tinggal ditiga rumah yang turut diterjang longsor dalam kondisi selamat. Rustandi mengaku tak melihat tanda akan terjadinya musibah sebelum kejadian.

"Sebelumnya tak ada retakan tanah. Hanya hujan lebat yang terus mengguyur kampung," ucapnya. 

Berdasarkan pantauan "PRLM", lokasi rumah korban longsor berada di tebing bukit. Tak pelak, pergerakan tanah pada tebing berdampak kerusakan dan kehancuran rumah warga disekitarnya. 

Puing rumah yang hancur dan rusak terlihat dikumpulkan oleh warga dibantu anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, TNI, Polri. 

Satu Bekchoe atau alat berat juga mengeruk timbunan tanah yang menutup jalan. Selain korban jiwa, longsor sempat memutus akses jalan Cipongkor menuju Gunung Halu serta Rongga. Begitu pun dari arah sebaiknya.

Setelah dilakukan pengerukan, pada pukul 13.30 WIB, jalan kembali bisa dilalui warga. Tak hanya Kampung Janggot, sejumlah tempat lain di wilayah Desa Cibitung juga mengalami longsor seperti Cisarua, Cibaros, Sukamanah, Citali, Batununggul, Pasir Dadali. Setelah dilakukan pengerukan, pada pukul 13.30 WIB, jalan kembali bisa dilalui warga. (A-201/A-89)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/263014

2.000 Pekerja di Kab. Bandung Barat Terancam PHK


Sebanyak 1.500 hingga 2.000 pekerja di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah penetapan upah minimum kabupaten (UMK 2014). Yang paling terancam adalah pekerja dari industri padat karya.

Paling tidak, ancaman PHK tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) KBB, Joni Tjakralaksana, Minggu (15/12) lalu. "Kami sudah mendapatkan informasi itu. Informasi tersebut hanya berasal dari perusahaan yang menjadi anggota Apindo. Kalau di luar Apindo, saya tidak tahu. Mungkin bisa lebih besar lagi jumlahnya," katanya di Ngamprah.

Joni mengatakan, perusahaan-perusahaan padat karya cenderung menambahkan permesinan untuk mengakali peningkatan UMK. Sebab, katanya, penggunaan mesin lebih ekonomis karena mengurangi anggaran gaji.

Sumber: http://klik-galamedia.com

Warga Cimahi Mengeluh Kelangkaan Gas 3 kg



Sejumlah warga di Kota Cimahi mengeluh, karena sejumlah pangkalan gas mengalami kelangkaan elpiji 3 kg. Diperkirakan, kelangkaan tersebut disebabkan rayonisasi oleh Pertamina yang sudah diberlakukan sejak bulan Desember ini.Pernyataan tersebut disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Cimahi, Supiyardi. Dirinya mendapatkan laporan dari warga dan pengelola pangkalan gas. Menurutnya, rayonisasi tersebut malah dapat mengganggu pasokan gas untuk warga, padahal dalam waktu dekat kebutuhan elpiji diprediksi akan meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Sudah hampir satu bulan terakhir gas tabung 3 kg langka di Cimahi. Sudah pasti yang akan dirugikan adalah masyarakat kecil yang sudah terbiasa menggunakan gas ukuran 3 kg," kata Supiyardi saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung DPRD Kota Cimahi, Jln. Djulaeha Karmita, Kamis (19/12).

Lebih jauh ia menjelaskan, saat ini yang mengalami kelangkaan elpiji 3 kg ada lima wilayah. Yakni Melong, Leuwigajah, Cibeureum, Utama, dan Cibeber. Meski harga elpiji ukuran 3 kg dari agen dipatok Rp 12.750 per tabung, tetapi warga cukup kesulitan mendapatkannya.

Ia menegaskan, seharusnya rayonisasi belum saatnya diberlakukan oleh Pertamina karena akan mengakibatkan kelangkaan seperti yang terjadi saat ini. Untuk itu, pihaknya akan bertemu dengan beberapa instansi terkait, termasuk Pemerintah Kota Cimahi untuk menyelesaikan permasalahan ini. "Kami juga mengimbau kepada agen untuk tidak memanfaatkan situasi sulit ini dengan menimbun pasokan elpiji 3 kg, karena akan semakin menyulitkan masyarakat yang membutuhkannya," ujarnya.

Meningkat

Sementara itu, seorang warga Melong, Tuti Sumiati (38) mengaku cukup kesulitan untuk mendapatkan gas ukuran 3 kg. Kalaupun ada, dirinya harus mengantre cukup lama.

Ia juga menambahkan, di tingkat pedagang harga elpiji tabung 3 kg berada di kisaran Rp 15.000 per tabung. Ia berharap instansi terkait segera mengatasi hal ini, mengingat kebutuhan akan elpiji bisa meningkat menjelang akhir tahun ini.

"Pemerintah saya harapkan segera mengatasinya, agar kelangkaan elpiji tidak terus terjadi. Saya juga mengharapkan elpiji ukuran 3 kg masih di bawah harga standar, karena sebagai ibu rumah tangga, uang yang saya miliki harus bisa dibagi dengan kebutuhan yang lainnya," tandasnya.

 sumber: http://klik-galamedia.com

Atty Minta Ada Pemetaan Rawan Bencana di Cimahi


Wali Kota Cimahi Atty Suharti meminta dinas terkait segera membuat pemetaan mengenai titik mana saja yang rawan terjadi bencana.

Hal itu dikatakan Atty seusai mengunjungi kediaman korban bocah yang hanyut pada Kamis (19/12/2013) malam. Diakuinya, curah hujan kemarin sangat tinggi sehingga menimbulkan bencana di wilayahnya, termasuk menyebabkan satu orang tewas akibat terbawa hanyut sungai.

"Kami ikut prihatin atas kejadian kamis kemarin akibat tingginya intensitas hujan sehingga menyebabkan satu orang tewas,"ujar Atty.

Atty mengimbau warga untuk berhati-hati mengingat intensitas hujan masih tinggi. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah menurunkan Satlak dan instansi terkait lainnya untuk memantau kondisi Kota Cimahi.

"Saya meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memetakan titik mana saja yang bisa menyebabkan bencana agar bisa diantisipasi sedini mungkin supaya tidak berdampak terhadap warga," jelasnya.

Dia menambahkan, Pemkot telah menganggarkan dana tak terduga yang totalnya mencapai Rp1,5 miliar yang bisa digunakan untuk memperbaiki segala infrastruktur yang rusak akibat bencana. Dana itu juga dapat digunakan untuk memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan.

"Kami masih melakukan pendataan untuk meningkatkan status waspada, tapi yang paling penting adalah bagaimana kesiapan warga dalam mengatasi bencana supaya tidak lagi menimbulkan korban jiwa," pungkasnya. [hus]


Sumber: http://www.inilahkoran.com

Ujug-ujug Meremas, Satpam Departement Store Dipolisikan SPG

Written By Cimahi City on 2013/12/20 | 20.00


Seorang satpam berinisial IR (18) dilaporkan ke pihak berwajib, karena dituduh telah melakukan tindakan tidak senonoh terhadap LHA (20), seorang Sales Promotion Girl di sebuah Departement Store di kawasan Antapani, Kota Bandung.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (8/12/2013), sekitar pukul 18.00, ketika korban selesai istirahat kerja dan ingin masuk ke Departement Store tempat dirinya bekerja melalui pintu dekat ruang Satpam.
"Waktu ada Bu Imas, security lainnya, saya masuk ke dalam dan menanyakan supervisor buat absen. Tiba-tiba IR keluar dan melakukan pelecehan, dengan meremas bokong saya," kata LHA saat diwawancarai di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (19/12/2013).

Setelah mendapatkan pelecehan seksual tersebut, justru IR langsung pergi begitu saja. Karena merasa dilecehkan, korban pun melaporkan hal ini kepada security lainnya yaitu Ibu Imas.

"Tapi Ibu Imas malah suruh saya laporan ke supervisor, seperti lepas tanggung jawab," katanya.

Setelah kejadian tersebut, LHA pulang dan melaporkan kejadian itu kepada suaminya. Suami LHA pun berinisiatif menelepon temannya yang juga seorang pengacara untuk membantunya. 

Akhirnya mereka bertiga pun datang kembali ke departement store tempat LHA bekerja di Jalan Purwakarta, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. Meski diadakan mediasi, pihak keamanan toko mempersialakn melapor ke polisi.

Atas dasar itulah, secara resmi pihaknya pun langsung membuat laporan ke Polrestabes Bandung sejak Senin (9/12/2013). dan Kamis dipanggil kembali oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Bandung untuk diperiksa lagi. (A-211/A_88)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/263013

Cegah Tawuran, Siswa SMPN 1 Cimahi Disibukan Beragam Kegiatan


Dalam upaya mencegah anak-anak remaja terbawa arus pergaulan yang negatif hampir setiap sekolah menggelar kegiatan pentas seni setiap tahun sekali. Selain itu, pentas seni juga menjadi wadah anak muda untuk mengembangkan dan mengaktualisasikan minat dan bakatnya pada bidang seni dan keterampilan lainnya.

Seperti yang terlihat di SMPN 1 Cimahi, Kamis (19/12) kemarin, hampir semua perwakilan kelasnya mulai dari kelas 7 hingga 9 menyuguhkan segala bentuk kemampuannya. Mulai dari kemampuan keterampilannya dalam memasak makaman dan keterampilan lainnya yang ditampilkan di meja-meja dalam sebuah bazar, hingga kemampuannya berkesenian seperti musik, modeling, dance, pantomim dan teater yang ditampilkan pada sebuah panggung dengan sound system yang cukup membuat suasana meriah.

Dalam penampilan seninya, tidak hanya kesenian modern yang mereka tampilkan, seni tradisional pun mereka bawakan. Sehingga acara pementasan seni itu pun terlihat sangat beragam.

"Kami merasa senang dengan adanya acara pentas seni seperti ini. Karena kami bisa unjuk kemampuan yang sesuai dengan bakat dan kesukaan," ujar Rani salah seorang siswa yang menampilkan sebuah tarian. 

Even tahunan yang digelar sejak pagi hingga sore itu dikatakan Kepala Sekolah SMPN 1, Dra LG Arisuweni MPd, sebagai wadah untuk mengeskplor kemampuan siswa di luar akademis. Kegiatan itu digelar sejak Senin (16/12) dan puncaknya Kamis (19/12).

"Jadi sejak Senin itu anak-anak menggelar audisi macam-macam, mulai dari makanan yang bakal bisa ditampilkan di acara bazar, hingga berbagai macam seni. Setelah lolos audisi, mereka baru bisa tampil pada acara puncak. Dan yang ikut audisi itu masing-masing perwakilan kelas ikut semua," kata Arisuweni. (*)

Sumber: http://jabar.tribunnews.com

Pemkot Cimahi Raih Penghargaan Parahita Ekapraya (Kesetaraan Gender & Pemberdayaan Perempuan)


Pemerintah Kota Cimahi menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Pratama Nasional. Penghargaan terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan itu diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada puncak peringatan Hari Ibu 2013 di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (18/12).

Usai menerima penghargaan, Wali Kota Cimahi, Hj. Atty Suharti mengaku sangat bersyukur. "Anugerah Parahita Ekapraya ini diberikan karena kita dinilai mengusung pengarusutamaan gender," ujarnya.

Dikatakan Atty, selain pemberdayaan perempuan, penghargaan diberikan karena Pemkot Cimahi memiliki kebijakan terkait perlindungan anak dalam bentuk tekad menjadikan Cimahi sebagai Kota Layak Anak. "Di antaranya Cimahi sudah mendirikan rumah penitipan anak, khususnya bagi keluarga karyawan di lingkungan pemkot dan pembinaan terhadap anak-anak yatim dan telantar," tandasnya.

Dalam pemberdayaan perempuan, katanya, Pemkot Cimahi fokus dalam peningkatan ekonomi dan kesehatan. Salah satu contohnya, kata Atty, Pemkot Cimahi sudah memberdayakan ekonomi sekitar 17.000 perempuan. "Dalam bidang kesehatan, kita juga sangat memperhatikan kesehatan ibu dan anak melalui program posyandu," katanya.

Komitmen PUG

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Cimahi, Maria Fitriani menambahkan, Anugerah Parahita Ekapraya merupakan penghargaan yang diberikan kepada lembaga atau pemerintah daerah, yang dinilai telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan (PP), dan Perlindungan Anak (PA) di berbagai sektor pembangunan. Tiga kategorinya adalah utama, madya, dan pratama.

Penghargaan tersebut, katanya, baru pertama kali diterima Kota Cimahi. "Penilaian berlangsung selama setahun terakhir, terutama melihat kebijakan Cimahi yang mencamtumkan unsur gender," ujarnya.

Dikatakannya, program unggulan Kota Cimahi adalah Kota Layak Anak, penyediaan tempat penitipan anak, pemberdayaan perempuan serta pembinaan dan pelatihan perempuan kepala keluarga.

Sumber: http://www.klik-galamedia.com

Cimahi Siap Laksanakan BPJS


Pemerintah Kota Cimahi siap melaksanakan program Jaminan Sosial Kesehatan per 1 Januari 2014 sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), dan UU Nomor 24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Khusus penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kuota di Kota Cimahi sebanyak 120.414 jiwa.

Menurut Wali Kota Cimahi, Hj. Atty Suharti, penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional oleh pemerintah pusat telah disiapkan meliputi aspek fasilitas kesehatan, pembiayaan, regulasi, SDM kefarmasian, alat kesehatan, dan sosialisasi tentang SJSN.

"Pada dasarnya dilandasi kesadaran, bahwa kami dari pemerintah kota merasa berkepentingan untuk memenuhi kewajiban sebagaimana telah diatur Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Program SJSN digulirkan untuk menggantikan program jaminan sosial yang telah ada sebelumnya seperti Askes, Jamsostek, Taspen dan Asabri," papar wali kota.

Sejalan dengan itu, tambah Atty, saat ini juga telah diberlakukan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS yang merupakan peraturan pelaksana SJSN, sekaligus sebagai salah satu syarat untuk mewujudkan SJSN.

Terkait rencana penerapan SJSN, Pemkot Cimahi telah menindaklanjutinya dengan melakukan berbagai langkah persiapan. Di antaranya melakukan advokasi sistem rujukan pada 10 Juni 2013. Begitu pula sosialisasi SJSN dilakukan pada 4 September lalu, dan hari Rabu (18/12).

Sumber: http://klik-galamedia.com/

25.139 Siswa SMA/SMK di Cimahi Dapat BOS


Mulai Semester II Tahun Ajaran 2013, siswa SMA dan SMK di Kota Cimahi mendapat dana bantuan biaya operasional sekolah (BOS), baik dari pemerintah pusat, pemprov maupun daerah. Untuk dana BOS dari pusat dan provinsi yang dipastikan cair pada Desember ini sekitar Rp 15,927 miliar, untuk 25.139 siswa SMA/SMK di Kota Cimahi.

"Alhamdulillah, untuk pertama kalinya siswa SMA dan SMK mendapatkan dana BOS, baik dari pusat maupun daerah. Dana tersebut harus cair pada Desember 2013," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi, Eddy Junaedi di kantor Disdikpora, kompleks perkantoran Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Selasa (17/12).

Dikatakan Eddy, sehubungan dengan program dana BOS SMA/SMK yang pertama kali tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh sekolah. Selanjutnya pihak sekolah melakukan sosialisasi kepada para orangtua siswa. "Pencairan akan langsung dilakukan masing-masing sekolah. Makanya, sosialisasi harus dimaksimalkan," ujarnya.

Dana BOS dari pusat dialokasikan sebesar Rp 1 juta/siswa/tahun, yaitu mulai semester II tahun ajaran 2013. Sedangkan BOS dari provinsi untuk SMA Rp 100.000/siswa/semester atau Rp 200.000/siswa/tahun. "Sedangkan untuk pelajar SMK Rp 300.000/siswa/tahun," jelasnya.

Dikatakan Eddy, Pemkot Cimahi rencananya akan memberikan dana BOS yang jumlahnya kurang lebih sama dengan dari provinsi.

Ditambahkan, total dana BOS dari provinsi untuk semester II 2013 mencapai Rp 3,3 miliar. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi 16.890 siswa SMK yaitu sebesar Rp 2,5 miliar dan sisanya Rp 824 juta untuk 8.249 siswa SMA.

"Sementara dana BOS dari pemrintah pusat yang cair untuk semester II 2013 (Juli-Desember) sebesar Rp 500.000/siswa, sehingga jumla totalnya sekitar Rp 12,569 miliar," katanya.

Sumber: http://klik-galamedia.com

Cimahi Terkepung Banjir, Dea Hilang Terseret Arus Sungai


Banjir yang menyergap Kota Cimahi, Kamis (19/12), menghanyutkan seorang bocah bernama Septia Rahmawati (10), warga Kampung Kebon Terong, RT 03/ RW 03, Kel. Karang Mekar, Kec. Cimahi Tengah. Bocah yang biasa disapa Dea ini, terseret arus sungai di dekat rumahnya.

Banjir juga menyebabkan rumah milik Uu Ukin (59) di Kampung Babut, RT 03/RW 18, Kel. Cibabat, Kec. Cimahi Utara terseret longsor. Selain Ikin, rumah tersebut dihuni warga asal Kepulauan Nias, Irene Waruwu (19) yang mengontrak bersama seorang kerabatnya.

Berita hanyutnya Dea dibenarkan Ketua RT 03, Suwandi. Menurutnya, Dea diperkirakan hanyut saat terjadi hujan besar sekitar pukul 16.00 WIB.

"Akibat hujan deras, air sungai menjadi meluap. Saat itu Dea yang akan pergi mengaji malah bermain di depan kali Kebon Terong," ujar Suwandi.

Hingga pukul 20.00 WIB korban masih belum ditemukan dan pihak keluarga, terutama ayah dan ibu korban, Jansen dan Susuliwati masih syok dan terpukul. Nenek korban, Yani (60) berharap cucunya bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat.

"Semoga secepatnya dapat ketemu dalam keadaan selamat," ungkapnya singkat.

Terseret longsor

Sementara itu, rumah milik Uu Ukin terseret longsor sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis (19/12). Rumah permanen berukuran 11,5 x 6,5 meter itu posisinya tepat berada di bibir tebing setinggi 2 meter. Yang terseret longsor yaitu bagian belakang seluas 11,5 x 2 meter. Akibatnya, dua kamar di belakang rumah rusak berat. Dindingnya ambruk dan bagian lantainya terseret longsoran.

Irene mengatakan, saat longsor terjadi, ia dan saudaranya tengah terlelap. "Mula-mula abang saya yang mendengar suara seperti bangunan ambruk. Karena suaranya keras, kami terbangun. Setelah dilihat, ternyata benar, bagian belakang rumah longsor," katanya.

Beruntung, dua kamar di bagian belakang rumah itu tidak dipakai tidur dalam beberapa hari terakhir karena dindingnya sudah retak-retak. "Kami memilih tidur di tengah rumah ketimbang di kamar, karena khawatir terjadi apa-apa," tuturnya.

Selain longsor, banjir juga melanda sejumlah kawasan di Kota Cimahi. Di Kampung Sukarasa, RT 05/RW 11, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, banjir diakibatkan bocornya tanggul saluran anak Sungai Sukarasa. Ketinggian banjir di kawasan tersebut mencapai 1 meter.

Banjir juga terjadi di Kelurahan Cipageran, Cilember, dan Melong yang diakibatkan guyuran hujan lebat sekitar pukul 14.00 WIB. Selain menggenangi permukiman warga, banjir setinggi 50-100 cm juga menutupi bagian jalan. Hal itu menyebabkan kemacetan terjadi di sejumlah titik, seperti Jln. Cihanjuang, Jln. Ciawitali, Jln. Jati, Jln. Pesantren, dan Jln. Amir Machmud.

Di Jln. Cilember, dekat fly over Cimindi, banjir menutup jalan sepanjang 50 meter dengan ketinggian hampir 1 meter. Hal itu akibat luapan air dari gorong-gorong di tepi jalan. Kemacetan pun tak bisa dihindarkan hingga petang.

Sumber: http://www.klik-galamedia.com

Dalih Penyembuhan Santet, Mantan Pembawa Acara Dua Dunia Ditahan Karena Nodai Pasiennya

Written By Cimahi City on 2013/12/18 | 21.00


Seorang ustaz yang sempat beken setelah menjadi pembawa acara program misteri (Dua Dunia) di salah satu stasiun televisi nasional berinisial HMA menjadi tahanan aparat Polsek Lembang. HMA ditangkap karena diduga telah melakukan penipuan bermodus praktik pengobatan alternatif yang berujung tindakan asusila terhadap tiga orang wanita. 

Kepala Polsek Lembang AKP Santiaji Kartasasmita membenarkan penahanan Ustaz HMA. Menurutnya, penangkapan tersebut dilakukan setelah mendapat laporan dari salah satu korban berinisial N (21). Mendapat laporan ini, pihaknya langsung mengamankan pelaku di rumahnya pada Sabtu (14/12/2013). 

"Kejadian sendiri terjadi pada 22 November 2013 di tempat pelaku di Desa Cikole, Lembang," kata Santiaji di Markas Polsek Lembang, Senin (16/12/2013). 

Lebih lanjut, Santiaji memaparkan, selama ini HMA dikenal orang karena membuka praktik pengobatan alternatif dengan dalih membuka aura dan menyembuhkan penyakit nonmedis di rumahnya. Namun, ternyata, sering terjadi penyimpangan dalam praktik gaibnya itu. 

Pelaku, kata Santiaji, memaksa para pasiennya yang kebanyakan wanita untuk berhubungan badan. Dengan ritual pengobatan melalui hubungan badan, kata Santiaji, guna-guna berupa ilmu pelet dan santet yang dilakukan orang lain akan lenyap. Namun, apabila tidak bersedia diajak berhubungan badan, pelaku mengancam akan membuat rumah tangga pasiennya itu hancur, anak-anaknya sakit, hidupnya tidak sukses, dan susah mencari rezeki.
"Menurut informasi yang didapat, pelaku ini pernah menjadi pembawa acara realita Dua Dunia," ungkapnya.
Di tempat yang sama, N (21), yang telah menjadi korban aksi bejat HMA, mengungkapkan, dia mulai teperdaya oleh tipu daya dan guna-guna pelaku saat mengantarkan ibu kandungnya untuk berobat rutin kepada pelaku. 

HMA mengawali aksinya dengan cara memeriksa anak N. Pada saat itu, ia mengatakan jika keduanya ada dalam pengaruh santet seseorang yang tidak menyukainya. Pelaku pun menganjurkan korban untuk kembali seorang diri keesokan harinya untuk diobati demi keselamatan dia dan keluarganya. 

"Saat itu dia bilang jika aura di wajah saya berbeda dan seperti ada yang menggunai-gunai keluarga saya. Jadi, kalau mau sembuh, saya yang harus melakukan hubungan badan sama dia," kata N 

Korban melanjutkan, keesokan harinya, ia kembali ke rumah pelaku. Dalam pertemuan kedua ini, pelaku kembali meyakinkan N jika dirinya tengah dalam pengaruh teluh, santet, dan guna-guna. Pelaku pun menjelaskan lebih detail tentang metode pengobatan yang akan diterapkan. 

Selain meminta berhubungan intim layaknya suami istri, sperma pelaku yang dikatakannya mampu menolak bala harus dibalurkan ke badan korban. Korban sempat menolak. Namun, seperti dihipnotis, korban secara tidak sadar justru mengikuti kemauan HMA. 

"Ustaz terus meyakinkan saya, dan saya seperti dihipnotis mengikuti semua kemauan ustaz sampai akhirnya pengobatan selesai. Setelah selesai, dia bilang kepada saya kalau tidak akan ada yang bisa menyantet saya lagi," tuturnya. 

Merasa telah tertipu dan ternodai, N langsung mengadukan hal ini kepada keluarga dan polisi setelah sebelumnya juga mendapat izin dari suami. Menurut korban, bukan hanya dirinya yang terjebak dalam bujuk rayu HMA, beberapa temannya dari Jakarta juga telah menjadi korban guna-guna pelaku dengan diajak berhubungan badan. Bahkan, kakaknya sendiri pun juga pernah disetubuhi oleh tersangka. 

"Yang saya tahu korbannya juga banyak, bahkan dari kalangan artis juga," terangnya. 

Sementara itu, setelah mendekam di dalam sel tahanan, HMA tidak dapat mengelak dengan tuduhan yang dilayangkan ketiga korbannya. HMA mengakui perbuatan bejatnya. "Saya sudah gelap mata, seperti kerasukan setan," akunya sambil tertunduk. 

Menurutnya, tujuan ritual yang dilakukannya ini sebenarnya tidak lain hanya untuk penyembuhan. "Dengan melihat korban, saya merasakan kalau korban mengalami sakit, makanya saya menawarkan untuk menyembuhkannya," pungkasnya. 

Sementara itu, dari tangan pelaku, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa buku dan kitab, kondom, kasur spring bed, dan air dalam kemasan yang digunakan sebagai salah satu metode penyembuhan. Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman sembilan tahun bui lantaran dianggap telah melanggar Pasal 285, 289, 290, dan atau 335 KUHPidana. 

Sumber: http://jabar.tribunnews.com

Di Kota Cimahi, Pelayanan Nikah Diluar KUA Tetap Dilayani


Petugas KUA se-Kota Cimahi tetap menggelar pelayanan nikah dilua kantor dan diluar jam kerja. Hal itu sesuai permintaan masyarakat yang lebih memilih melaksanakan akad nikah di kediaman masing-masing.

"Pelayanan tidak ada masalah, menikahkan calon pengantin boleh di kantor (KUA) atau di luar kantor. Soal biaya tetap sama sebesar Rp30 ribu," ujar Kepala KUA Kec. Cimahi Tengah Enjang Rosadi.

Sesuai aturan, pernikahan mestinya dilaksanakan di Kantor KUA. Namun, aturan juga mengamanatkan pelaksanaan akad nikah bisa diselenggarakan di luar kantor atas permintaan masyarakat. "Sebagai aparatur negara harus melakukan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melayani permintaan masyarakat untuk menggelar akad nikah di rumah mereka," tuturnya.

Sesuai UU No. 51/200 dan Ketentuan pasal 4 ayat 4 dan pasal 21 ayat 3 Kep. Menteri Agama No. 298/2003, biaya pencatatan nikah hanya Rp 30.000 saja. Enjang mengatakan, selama belum ada aturan dari Kementrian Agama RI soal penghentian pelayanan di masyarakat atau pengaturan soal tarif biaya nikah di luar kantor, dirinya akan tetap melayani permintaan masyarakat. "Pelayanan tidak akan terhenti sampai ada aturan yang jelas," ucapnya. (NF)

Sumber: http://www.cimahikota.go.id

80% UMKM di Cimahi Belum Berizin


Sekitar 80% dari 5.500 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Cimahi belum mengantongi izin. Ribuan pelaku UMKM belum memahami keuntungan memiliki izin, termasuk perlindungan hukum selama menjalankan usaha.

"Saat ini UMKM yang telah mengantongi izin tidak lebih dari 20% atau sekitar 1.100 pelaku usaha. Sisanya tidak memiliki izin," ungkap Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi, Asnadi, Minggu (15/12/2013).

Padahal, pihaknya mengakui sudah berupaya maksimal unntuk mensosialisasikan hal tersebut. Berbagai langkah terbaru misalnya, menggelar pembinaan agar para pelaku UMKM dapat merintis perizinan setelah usaha yang dirintisnya itu berjalan.

Dijelaskannya, dengan adanya pengajuan izin berarti pemerintah mengetahui data terbaru peningkatan jumlah UMKM, termasuk ketika akan menggelontorkan dana dalam membantu pengembangan usahanya.

"Dengan adanya izin tersebut, pelaku usaha pun memiliki perlindungan hukum yang jelas, menjaga legalitas, serta mempermudah mendapatkan modal dari investor," ujarnya.

Dia menjelaskan, para pelaku UMKM tidak usah minder apalagi takut untuk mengajukan perizinan. Menurutnya, dengan adanya data, pemerintah lebih mudah dalam melakukan pembinaan.

Dia berharap, para pelaku UMKM dapat mengantongi izin usaha. Bagaimanapun diakuinya, industri kecil ikut mendongkrak keberhasilan ekonomi kerakyatan dan mampu menciptakan lapangan kerja.

"Sektor ini dapat memberikan solusi mengatasi tingginya angka pengangguran, meskipun skalanya kecil dibanding industri pabrik, tapi ini merupakan solusi," jelasnya. [hus]

Sumber: http://www.inilahkoran.com

Warga Cimareme Lakukan Daur Ulang Sampah

ilustrasi
Kp. Cimareme, Desa Cimerang, Kec. Padalarang, sudah mulai menikmati proses pemilahan dan daur ulang sampah yang dilakukan sejak lima tahun lalu. Sampah yang biasanya berserakan dan dibiarkan menumpuk kini mulai dimanfaatkan untuk kepentingan warga sendiri.

"Sampah bukan lah limbah melainkan banyak manfaat yang bisa didapat. Warga kita latih dulu untuk melakukan pemilahan dari rumah antara sampah organik dan anorganik," kata Ketua RW 01 Kp. Cimareme, Enjang Tata, di sela-sela pelatihan pemilahan sampah, Selasa (17/12/2013).

Menurut Enjang, sampah anorganik yang bisa dijual akan dikumpulkan dan dijual melalui koperasi. "Sedangkan sampah organik dijadikan kompos. Sampah sisa-sisa makanan untuk ternak sehingga tidak ada sampah yang terbuang percuma," katanya.

Untuk pelatihan dan penyediaan alat-alat kompos mendapatkan bantuan dari kepedulian sosial PT Indocement. "Kami juga membuat pupuk cair dari limbah sampah. Setelah sampah diolah baru masyarakat sadar kalau sampah amat berguna," ucapnya.(A-71/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com

Agar Tidak Menganggu Ketertiban, PKL di Cimahi Akan Dijadwal


Meski masih sulit dikendalikan, Pemerintah Kota Cimahi akan terus berupaya mena­ngani pedagang kaki lima (PKL). Salah satu­nya memberlakukan penjadwalan berjualan agar keberadaan PKL tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga lainnya.

Kepala Seksi (Kasi) Penegak Peraturan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi, Ero Kusnadi mengaku kesulitan menertibkan PKL. Tindakan keras berupa penertiban, katanya, tidak membuat PKL hilang.

"Laju pertumbuhan ekonomi, ditambah semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk, mengakibatkan kami tidak dapat mengendalikan PKL. Malah kian hari jumlahnya terus bertambah," kata Ero di Pemkot Cimahi, Selasa (17/12).

Dikatakannya, wacana penjadwalan merupakan salah satu upaya lain penertiban. Ia berharap, penjadwalan waktu berjualan PKL bakal mengurangi tingkat gangguan PKL terhadap fasilitas umum. "Seperti kita ketahui, mereka selalu memanfaatkan badan jalan dan trotoar sebagai tempat berjualannya. Padahal, itu dapat mengganggu fasilitas publik warga," terangnya.

Diakuinya, wacana penjadwalan PKL itu masih dalam tahap pertimbangan. "Kami upa­yakan agar mereka lebih tertib. Terutama di jam-jam sibuk, keberadaan mereka sering mengganggu ketertiban lalu lintas," tuturnya.

Ditambahkannya, penjadwalan waktu berjualan sebagai upaya mengakomodasi para PKL ini sebelum direlokasi ke tempat yang lebih baik. Misalnya ke Pasar Atas Baru (PAB) di Kelurahan Citeureup dan tempat lainnya yang jauh lebih representatif.

"Meski rencana ini masih berbentuk wacana dan akan memakan waktu cukup panjang dalam proses pengkajiannya, hal itu tidak menutup kemung­kinan diwujudkan," ungkapnya.

Daripada digusur

Seorang PKL di kawasan Cimindi, Mulyana (39) menyambut baik wacana tersebut. Menurutnya, hal itu jauh lebih baik ketimbang penertiban yang selalu meresahkannya.

"Sebetulnya tidak jadi masalah bagi pedagang seperti saya asalkan apa yang dilakukan tidak menyalahi aturan. Tapi, aturan itu pun harus benar-benar dilaksanakan dengan tetap melakukan pengawasan," tandasnya.

Sumber: http://www.klik-galamedia.com

Cimahi dan Kab. Bandung Barat Siaga Bencana


Musim hujan belum lama datang, namun sejumlah bencana telah menerjang wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi. Yang terakhir misalnya, peristiwa longsor di Kecamatan Cipongkor KBB dan amblasnya 5 rumah dan masjid di Kota Cimahi.

Dharma Chairiana, staf kedaruratan dan logistik BPBD KBB sekaligus anggota TRC Prov Jabar mengatakan, ada beberapa bencana yang terjadi di wilayah KBB. Selain banjir bandang di Kecamatan Cisarua yang menelan korban jiwa, juga ada longsor yang terjadi di wilayah Kampung Cipari RT 04/02 dan RT 03/02 Desa Cijambu Kecamatan Cipongkor KBB.

"Kejadian longsor ini pada Minggu (15/12/2013) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Ada 19 rumah rusak berat dan 2 masjid rusak berat. Selain itu, ada beberapa titik jalan yang terkena longsoran sehingga menutup akses transportasi," ujarnya kepada INILAH, Senin (16/12/2013).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Hanya saja, puluhan warga harus dievakuasi. "Saat ini warga yang rumahnya rusak mengungsi di rumah tetangga dan saudaranya yang masih aman. Kami mengimbau agar warga tetap berjaga, terutama di musim penghujan ini," tandasnya seraya meyakinkan bahwa pihaknya sedang menditribusikan bantuan.

Selain di KBB, di Kota Cimahi ada 5 rumah dan satu bangunan masjid di RT 04/19, Kampung Babut Tengah Kelurahan Cibabat Cimahi Utara rusak akibat tergerus air hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (15/12) petang. Ketua RW 18 Kampung Babut Tengah, Rustandi mengatakan kejadian ambruknya rumah warga berlangsung cepat, namun warga sudah mengantisipasinya sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

"Lima unit rumah yang rusak adalah milik Ismiati, Maksudi, Sutisna, Hilman dan Dyah. Warga sudah mewaspadai jika terjadi abruk rumah sehingga kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa," ujar Rustandi saat ditemui di lokasi kejadian. Senin (16/12).

Sementara itu, salah satu petugas Tagana Kota Cimahi Nana Sutisna mengatakan, sejak menerima laporan adanya rumah warga yang terkena longsoran pihaknya langsung menyalurkan bantuan kepada para korban. Dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pun sudah meninjau lokasi kejadian untuk memperbaiki rumah para korban.

Nana menambahkan, Palang Merah Indonesia (PMI) pun sudah menyalurkan bantuan berupa 25 nasi bungkus, higent Kit 3 paket, air mineral 3 dus, serta selimut dan tikar untuk kebutuhan para korban selama di tempat pengungsian.

Ia mengharapkan pada warga lainnya dapat lebih waspada mengingat saat ini curah hujan cukup tinggi di wilayah Kota Cimahi dan sekitarnya. "Bantuan yang disalurkan untuk sementara ini baru logistik saja, kedepannya pemerintah melalui di dinas PU berencana akan membantu membangun kembali rumah para korban," jelas Nana. [rni]

Sumber: http://www.inilahkoran.com

SMK Taruna Mandiri Pastikan Ijazah Yang Dikeluarkan Sah


Kepala SMK Taruna Mandiri (TM), Suhendar Subiyanto memastikan keabsahan 358 ijazah yang ditandatanganinya. Sebab, penandatanganan surat tanda tamat belajar itu didasarkan pada Surat Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) No. 3053/BSNP/XI/2013, Surat Keputusan Ketua Yayasan Pendidikan (YPDBM) No. 033/SK/ YPDBM/2013, dan mandat No. 082/ YPDBM/IX/2013.

"Kenapa harus dipertanyakan. Toh, pihak sekolah sudah melakukan hal benar, sesuai aturan dan SK yang kami miliki," kata Suhendar di kampus SMK Taruna Mandiri, Jln. Sangkuriang, Kota Cimahi, Senin (16/12).

Pernyataan Suhendar itu untuk menanggapi keraguan seorang lulusan SMK Taruna Mandiri terkait dua tanda tangan berbeda di rapor dan ijazah serta penutupan nama kepala sekolah lama, Gita Rachmada, dengan kertas putih.

Dijelaskan Suhendar, berkas yang sudah ditandatangani sebanyak 716, masing-masing 358 rapor dan ijazah. "Saya mendapatkan surat dari BSNP yaitu pada tanggal 30 November sore. Malam harinya, saya langsung menandatangani rapor dan ijazah," katanya.

Tentang penutupan nama, katanya, hal itu tidak menyalahi aturan, karena itu dilakukan pada rapor. Sementara untuk ijazah, blangkonya diganti baru.

Suhendar mengaku lega dengan surat dari BSNP itu. Karena dengan surat itu, katanya, rapor dan ijazah yang sudah sejak bulan Juni terbengkalai bisa ditandatangani dan mendapatkan protes para lulusannya.

"Ini pelajaran berharga bagi kami. Kasus ijazah menjadikan kami lebih bijak dan sabar menghadapi orangtua siswa dan masalah lainnya yang muncul," tuturnya.

Wakil Kepala SMK Taruna Mandiri, Cecep menyatakan siap bertanggung jawab jika ada masalah terkait rapor dan ijazah di kemudian hari.

Sumber: http://www.klik-galamedia.com

30 Unit Rumah Tidak Layak Huni di Cimahi Masih Diperbaiki

ilustrasi
Pemerintah Kota Cimahi berupaya mempercepat penuntasan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Dari total 180 rumah yang rencananya akan diperbaiki, masih ada 30 unit rumah yang belum direhabilitasi.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Permukiman dan Perumahan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cimahi, Yusi Karim, Minggu (15/12). "Kami mengintensifkan perbaikan beberapa unit rumah yang belum dilaksanakan. Kami menyegerakan perbaikan tersebut agar target pada akhir tahun bisa tuntas," katanya.

Ia menjelaskan, pogram RTLH sebetulnya sudah selesai. Namun karena jumlah rumah yang perlu direhabilitasi bertambah, Pemkot Cimahi menganggarkan kembali pada APBD perubahan.

"Pada awalnya hanya 150 unit rumah saja yang akan direhab. Tapi melalui anggaran perubahan kita melakukan penambahan sekitar 30 rumah karena masih ada warga yang perlu kita bantu," katanya.

Yusi memastikan, ke-30 rumah tersebut tengah dalam proses perbaikan.

Sumber: http://www.klik-galamedia.com

Info BMKG, Hari Ini Cimahi Akan Diguyur Hujan Ringan


Kota Cimahi dan Tasikmalaya serta beberapa wilayah di Jawa Barat (Jabar) diprakirakan bakal diguyur hujan ringan, Rabu (18/12/2013). Wilayah-wilayah lain yang diprakirakan bakal diguyur hujan ringan tersebut, antara lain, Kuningan, Sumber, Majalengka, Indramayu, Subang, Purwakarta, Karawang, Cikarang, Cirebon, Bekasi, Depok, dan Banjar
 
Hujan sedang diprakirakan bakal terjadi di wilayah Cibinong, Garut, Singaparna, Cianjur, Soreang, Ciamis, Sumedang, Ngamprah, Bandung, Pelabuhan Ratu, Cisaat, dan Bogor.

Informasi ini disampaikan oleh  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs http://meteo.bmkg.go.id/prakiraan/propinsi/13 memprakirakan prakiraan cuaca ini akan berlangsung mulai hari ini, pukul 07.00 hingga Kamis (19/12), pukul 07.00. (*)

Sumber: http://jabar.tribunnews.com

Resah Akan Di Gusur, Pedagang Jl. Dustira Minta Perlindungan Pemkot Cimahi

ilustrasi
Keputusan mengambang yang dikeluarkan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) terkait pengosongan lahan di Jln. Dustira, Kota Cimahi, membuat para pedagang semakin resah. Karena belum siap pindah dari lahan milik PT KAI itu, para pedagang meminta perlindungan Pemerintah Kota Cimahi.

"Kami tidak mengada-ada. Para pedagang sekarang memang kian resah. Semula kita berharap ada kebijak­an yang berpihak kepada para pedagang. Tapi nyatanya sebaliknya," kata Ketua Persatuan Pedagang dan Peng­usaha Jln. Dustira, Sugiarto di Jln. Gatot Subroto, Sabtu (14/12).

Menurutnya, penanggguhan pengosongan lahan sesuai surat yang dikeluarkan PT KAI, beberapa waktu lalu, dinilai terlalu prematur dan menyalahi perjanjian. Dikatakannya, selain tidak memuncul­kan solusi, keluarnya surat tersebut justru membuat keresahan para pedagang semakin menjadi.

Dalam kesempatan itu, Sugiarto menduga, upaya penataan lahan di balik pengosongan lahan tersebut hanya sekadar alasan untuk menjadikan kawasan komersial di lokasi tersebut. "Kami akan terus mengawasi penataan kawasan ini. Biasanya, kepentingan bisnis cenderung diutamakan daripada membenahi operasional kereta api," tuturnya.

Dikatakan Sugiarto, permintaan perlindungan kepada Pemkot Cimahi sudah disampaikan kepada Wakil Wali Kota Cimahi, H. Sudiarto. Intinya, para pedagang meminta Pemkot Cimahi untuk tidak mengizinkan lahan tersebut dijadikan kawasan komersial.

Dalam kesempatan itu, Sugiarto juga mempertanya­kan keberadaan anggota TNI yang diduga membekingi PT KAI dalam kasus pengosongan lahan tersebut.

Sumber: http://www.klik-galamedia.com
 
Support : Copyright © 2011. Info Cimahi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger