Info Cimahi: KULINER
Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULINER. Tampilkan semua postingan

Cilok Bengawan, Tawarkan Berbagai Rasa Cilok

Written By Cimahi City on 2013/11/29 | 13.00

Cilok Bengawan
Mendengar nama Cilok, bagi sebagian orang pasti sudah tak asing lagi di telinga, sebuah jajanan yang sering kita jumpai di sekitar kita terutama jajanan sewaktu kecil. Menikmati jajanan ini seolah-olah akan mengingatkan kita kembali ke masa-masa lalu.

Cilok (singkatan dari Aci dicolok) adalah sebuah makanan rakyat khas Jawa Barat yang berasal dari Indonesia yang terbuat dati tepung Kanji (aci dalam bahasa sunda) yang kenyal dengan di tambahkan bumbu pelengkap seperti bumbu kacang dan kecap.

Salah satu Cilok yang banyak disukai ialah Cilok Bengawan, pusatnya berlokasi di Jalan Merkuri Selatan No. 3 Bandung, saat ini cilok bengawan telah mengembangkan usahanya dengan membuka beberapa cabang, salah satu outletnya telah di buka di Jalan Asem Timur No. 2 Cimahi. Untuk mencapai lokasinya  bisa melalui jalan lurah, tinggal belok ke arah jalan gandawijaya melalui jalan asem timur dan apabila melalui jalan gandawijaya anda tinggal belok kanan ke arah jalan asem timur.

Berbagai varian rasa pun ditawarkan oleh cilok bengawan, diantaranya cilok telur, daging sapi, abon, sosis, bakso, kornet, dan lain-lain. Anda akan dimanjakan oleh cita rasa-nya yang lezat di lidah dan tentu saja bergizi. Haraga yang ditawarkan pun sangat terjangkau bagi semua orang, antara Rp. 500 - Rp 1000 perbiji-nya sesuai rasa yang anda inginkan.

Selain dijual eceran, cilok bengawan dapat anda pesan untuk keperluan berbagai acara seperti ulang tahun, pesta, reuni, dll. Kuliner ringan yang cocok untuk menemani saat-saat santai sambil ngobrol dengan kawan anda.

Nah, biar enggak penasaran datang aja langsung ke outlet Cilok Bengawan sekarang juga, dijamin  anda akan ketagihan.

Follow juga @CilokBengawan




Kopi Aroma di Banceuy

Written By Cimahi City on 2013/11/19 | 15.28

kopi-aroma-di-banceuy-jual-kopi-tidak-semata-cari-uang

Aroma kopi yang begitu nikmat sungguh terasa saat baru menjajaki pintu masuk toko Kopi Aroma yang ada di Jalan Banceuy, Bandung. Saat mendekat dan mencari sumber aroma tersebut, ternyata kopi arabica dan robusta yang sungguh menggoda bagi siapa saja yang melintas.
Si pemilik yang merupakan generasi kedua, Widyapratama menyambut baik kedatangan merdeka.com. Pria yang akrab disapa Pak Widya ini tak sungkan mengajak ke tempat pengolahan bahkan gudang, dimana bahan dasar arabica dan robusta ditimbun.
Di sebuah tempat yang sama sekali tidak berubah sejak 1920 inilah yang menjadi sumber penikmat kopi di seluruh Indonesia. Bagaimana tidak proses alamiah yang masih dipegang, membuat penikmat kopi tidak mau berpaling dari setiap serbuk kopi aroma di tangan Pak Widya ini. Biji kopi di dapat dari hasil panen terbaik.
Untuk Arabica dia dapat di Aceh, Medan, dan Toraja. Sedangkan Robusta biji terbaik diambil di Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Untuk menghasilkan kopi berkualitas, Widya juga tidak mau main-main dalam mengelola. Mendapatkan biji terbaik, dia langsung jemur di bawah terik matahari selama dua jam. Setelah itu arabica disimpan selama delapan tahun, dan robusta lima tahun.
“Inilah yang membuat cita rasa berbeda, kita tidak mau membohongi, prinsipnya jujur. Kopi yang ditimbun akan menghasilkan kualitas terbaik yang mengurangi kadar asam hingga menyebabkan orang menjadi tidak akan kembung,” kata Widya yang sesekali melihat kopi yang tengah digarang dalam tungku besi.
Penggarangan yang dilakukan disebuah benda bulat pabrikan Jerman tahun 1930 ini menjadikan kopi aroma berbeda.
“Kami menggiling selama dua jam, sedangkan alat sekarang sudah modern yang bisa dilakukan selama sepuluh menit. Itu pun masih menggunakan api, sedangkan proses penggarangan kami menggunakan arang,” ungkap Widya.
Setelah penggarangan, dia pun memperlihatkan benda penggilingan yang diwaris orang tuanya sejak 1930. “Melalui alat ini, biji kopi bisa menjadi serbuk,” ungkapnya dengan wajah yang berhambur serbuk kopi.
Pak Widya seperti ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi yang dibuatnya dengan rasa kecintaan, keahlian, kesederhanaan, kejujuran sehingga semua hanya untuk kepuasan konsumen.
“Saya menjual kopi bukan semata mencari uang saja, saya ingin apa yang saya perbuat bisa berguna buat orang banyak. Saya tidak mau orang minum kopi menjadi kembung, atau sakit,” ujarnya. Prinsip yang telah ditanamkan orang tuanya Tan How Sian dan Tjia Kiok Keng adalah kejujuran.
Disinggung produksi berapa banyak dan omset, pria ramah tamah ini tak menjawabnya. Widya pun berdalih bahwa uang yang didapat diperoleh dengan cara baik dan dikeluarkan dengan baik juga. Ketimbang membicarakan uang dirinya lebih berminat menceritakan soal proses kopi yang dihasilkannya.
Artis, pejabat, diakui sering datang ke tokonya. Namun Widya tak membeda-bedakan orang. “Semua orang yang beli kesini kami perlakukan sama, saya cuma ingin orang bisa menikmati apa yang telah dirintis oleh orang tua saya,” ungkapnya.
Pak Widya yang sehari-harinya mengajar di Fakultas Ekonomi Unpad itu ingin kopi yang ditawarkannya itu bukan sekadar kualitas, “Yang penting kami bisa hidup, dan apa yang didapat menjadi berguna dan barokah,” tutur pria sederhana ini.
[tts]

Bubur Lobster, Unik dan Menggugah Selera

buburlobsterdalam

Bukan hanya ayam yang menjadi pelengkap untuk semangkuk bubur. Kini udang besar atau biasa disebut lobster pun diracik dalam kudapan yang terbuat dari beras itu.
Lobster yang didatangkan langsung dari Ranca Buaya mampu memberikan rasa yang berbeda bagi sajian bubur yang dimiliki Lomie Pekalongan di Jalan Suwatama, Pajajaran, Kota Bandung.
Selain unik, bubur lobster tak kalah nikmat dari jenis bubur biasa pada umumnya. Dengan porsi yang cukup besar, kudapan yang biasanya disantap saat pagi hari ini cukup unruk berdua dal;am satu porsinya.
“Sengaja porsinya memang besar. Jadi biar makannya kenyang,” ujar pemilik Lomie Pekalongan, Zefri kepada INILAH.COM saat ditemui di Jalan Suwatama, Pajajaran, Kota Bandung.
Bubur lobster sendiri merupakan sajian bubur pada umumnya. Namun uniknya, bubur ini disajikan dengan isian potongan daging lobster yang disajikan dengan taburan pangsit dan bawang cung.
Menurut Zefri, hadirnya bubur lobster karena dirasa unik dan langka. Bila ditelisik, belum pernah ada bubur dengan isian lobster di dalamnya karena selama ini yang lebih dikenal merupakan bubur ayam.
“Saya ingin bikin sajian bubur yang berbeda dari biasanya. Kalau bubur ayam sudah biasa, kepiting sudah banyak. Kalau bubur lobster, setahu saya belum ada,” jelas Zefri.
Meski terkesan aneh dengan kehadiran bubur lobster, Zefri mengaku banyak yang menyukainya. Eksperimennya menggunakan lobster sebagai isian untuk bubur pun dapat diterima orang Indonesia.
“Aneh memang menggunakan lobster sebagai bahan utama untuk bubur. Tapi sejauh ini masuk akal. Buktinya banyak yang suka,” pungkasnya.[ang]

Ngopi di Koffietijd Cafe

page3

Bicara kuliner di Bandung memang tidak ada habisnya, mulai dari tempat makan berkelas hingga kaki lima tidak pernah sepi dari pengunjung. Senin kemarin Tim infobdg berkesempatan mengunjungi salah satu cafe yang Recommended untuk dijadikan tempat ngopi dan nongkrong.  Cafe yang tim infobdg kunjungi bernama Koffietijd Cafe yang berada di Jl.Flores No. 8 Bandung. Nama Koffietijd diambil dari bahasa belanda yang artinya “waktunya ngopi“.  Sesuai dengan namanya tempat ini memang cocok untuk kalian bersantai sambil ngopi atau bisa juga bekerja sambil ngopi disini, karena selain menunya yang enak-enak, tempatnya juga sangat nyaman untuk kita berlama-lama di tempat ini. Konsep cafe ini adalah “living home” sehingga pengunjung akan merasa seperti ngopi di rumah sendiri.
Selain kopi disini juga memiliki berbagai pilihan menu lainnya , baik masakan eropa maupun Nusantara. Tim infobdg disini mencoba beberapa menu yang menjadi andalan di Cafe ini, menu pertama yang dicoba tim infobdg adalah Steak Ala Koffietijd. Mungkin sudah banyak cafe yang menyajikan Steak lokal maupun import sebagai menunya, tapi steak di Koffietijd ini disajikan berbeda.  Steak ala Koffietidj ini disajikan dengan kentang yang dibalut tepung panir dan di balut dengan saus mushroom membuat tenderloin impornya terasa sempurna, ditambah dengan vegetables salad plus olive oil membuat semakin sehat dan sempurna.

Menu selanjutnya yang tim infobdg rasakan adalah Spaghetti Aglio Olio, Spaghetti asal italia ini sudah diberi sentuhan Indonesia dengan adanya irisan “cengek domba” ditambah dengan irisan smoke beef membuat perpaduan yang sempurna, selain spaghetti pasta di menu ini bisa diganti dengan fettucini. Menu andalan lainnya masih dari negeri Italia yaitu Pizza. Pizza Koffietijd Style memiliki banyak pilihan topping dan dua rasa pizza manis dan pizza asin. Dengan crispy thin pizza dan cara memanggang yang menggunakan kayu bakar sebagai alat pemanggang membuat pizza di tempat ini terasa berbeda dari pizza di tempat lain.
Selain itu Koffietijd juga punya banyak minuman yang Recommended, ada cappuccino, caffe late, caramel cream brulle, beragam varian espresso , iced americano, varian minuman chocolate, varian kopi original, dan varian kopi blended. Yang menjadi recommended dari tim infobdg adalah Raspberry Cappuccino Blend perpaduan cappuccino dan buah menjadikan minuman ini jawaranya di Koffietijd cafe.
Tempat ini very recommended untuk kalian yang mencari tempat nongkrong atau pacaran di malam minggu. Untuk info lebih lanjut mengenai cafe ini, kalian bisa follow twitter mereka @koffietijdbdg

Mochi Es Krim "Mochilok"


SENSASI dingin dengan kelezatan es krim dan rasa kenyal nikmat, menjadi ciri khas makanan yang satu ini. Ya, mochi es krim "Mochilok", kini menjadi salah satu kuliner yang banyak diburu penggila jajanan di Kota Bandung.

Melalui tangan kreatif Iman (30), kue mochi yang merupakan salah satu kue tradisional ternyata dapat diolah menjadi jajanan gaul. Tentunya disukai semua kalangan mulai anak-anak sampai orang tua.

"Siapa sih yang enggak suka es krim," begitu yang diungkapkan Iman, pemilik usaha Mochilok.

Dari bahan es krim ini, Iman rupanya bereksperimen untuk menampilkan dalam bentuk lain, yaitu menjadi isian kue mochi. Bila kue mochi umumnya berisi kacang yang ditumbuk, maka Mochilok berisi es krim yang nikmat.

Ide membuat es krim yang dibalut kue mochi ini karena kecintaannya pada es krim. "Di Jepang mochi es krim ini sudah banyak dijual, termasuk di Indonesia, ada yang sudah membuat mochi es krim. Tapi harganya lebih mahal dan promonya kurang," kata Iman.

Dari sana, Iman mencoba membuat mochi es krim sendiri dan terus memantapkan rasa dan varian. "Saya terus bereksperimen untuk menemukan rasa yang khas dan enak itu selama 6 bulan. Mulai mencoba resep pada Januari 2012 dan buka usaha pada Juni 2012," tambahnya.

Meski baru berdiri setahun, Iman berhasil memperbesar usahanya dengan mengoptimalkan jejaring sosial Twitter untuk promosi. Tak heran bila saat ini kedai Mochilok yang baru berdiri 1 tahun lalu memiliki 7 gerai, yaitu pusatnya di Jln. Sekeloa No.31, dan 6 cabang masing-masing di Jatinangor, Sarijadi, Antapani, Kopo, Ujungberung, dan Cihanjuang (Cimahi).

Iman menyebutkan beberapa varian rasa mochi es krimnya, yaitu stroberi, vanila, cokelat, green tea, tiramisu, dan durian. Harga masing-masing mochi berdiameter 4 cm dengan tinggi 3 cm ini Rp 3.500-Rp 4.500.

Cukup terjangkau bukan? Nah, bila Anda penikmat es krim dan kue mochi, sepertinya Mochilok akan memanjakan lidah dan cocok menemati suasana riang Anda bersama teman atau keluarga. Selamat mencoba!

Sumber: http://www.klik-galamedia.com/sensasi-rasa-mochilok
 
Support : Copyright © 2011. Info Cimahi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger